Habar Kampung
Komitmen Bersama Tangani Masalah Gizi Anak
Mahang Sungai Hanyar, 18 Juli 2025 – Pemerintah Desa Mahang Sungai Hanyar menggelar kegiatan Rembuk Stunting sebagai langkah strategis untuk menanggulangi masalah gizi kronis pada balita yang masih menjadi perhatian di tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Mahang Sungai Hanyar dan dihadiri oleh berbagai pihak yang berkepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting di desa.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Puskesmas Pandawan, Pendamping Desa, Bidan Desa, Babinsa, Kader Posyandu, Ketua RT, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta aparatur desa. Selain itu, beberapa orang tua dari bayi stunting juga hadir sebagai bentuk keterlibatan langsung keluarga dalam penanganan stunting.
Dalam laporan yang disampaikan, jumlah balita yang terdaftar di Posyandu Jeruk sebanyak 77 orang dan di Posyandu Cenderawasih sebanyak 40 orang. Jumlah ibu hamil yang tercatat ada 15 orang, dengan rincian 2 ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 3 orang ibu hamil terindikasi memiliki tekanan darah tinggi.
Data stunting menunjukkan bahwa pada tahun 2024 terdapat 2 balita stunting, dan jumlah ini mengalami peningkatan di tahun 2025 menjadi 7 balita stunting. Hal ini menjadi perhatian serius seluruh pihak yang hadir.
Pembakal Mahang Sungai menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan semua pihak agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Pandawan memberikan penjelasan tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan serta pola asuh dan sanitasi yang baik. Sementara itu, Bidan Desa menyampaikan data kesehatan dan memberikan edukasi mengenai cara menjaga kehamilan sehat serta pencegahan KEK dan hipertensi pada ibu hamil.
Pendamping Desa juga menyampaikan, lewat rembuk stunting ini di dapat hasil untuk menekan angka stunting di Desa mahang Sungai hanyar, serta pemerintah desa bisa menganggarkan dana untuk menangani masalah tersebut.
Melalui kegiatan rembuk stunting ini, diharapkan lahirnya program dan kebijakan desa yang lebih responsif terhadap isu kesehatan, khususnya dalam memperbaiki status gizi balita dan ibu hamil sebagai fondasi bagi generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas. (TIM Redaksi MSH Media Center)